Home ---Hal.Ekonomi
 
   Home > Ekonomi > a39  
     
 
 
 

Tata niaga CPO dan minyak goreng

 

Tahap I

Tahap II

Tahap III

Tahap IV

Tahap V

Kelapa sawit

  • perkebunan Negara
  • perkebunan swasta
  • perkebunan rakyat (PIR)

Pabrik CPO
Pemain besar yang menguasai industri hulu minyak goreng :

  • raja garuda mas group
  • wilmar group
  • guhtrie Bhd (eks salim)
  • sinar mas group
  • astra agro lestari
  • cilandara perkasa group
  • sucofindo group
  • kurnia group
  • lonsum group
  • bakrie group
  • lainnya (200 perusahaan)

Pasar dalam negeri

Industri minyak goreng dan olein

Konsumen
(harga CPO naik karena permintaan CPO untuk bahan biofuel meningkat)

Pasar luar negeri

Industri kosmetik dan lain-lain

Keterangan :
CPO : hasil olahan minyak sawit
PIR : perkebunan inti rakyat

Tata niaga susu

Tahap I

Tahap II

Rtahap III

Tahap IV

Tahap V

Peternak sapi perah
Kendala :

  • bibit
  • penyediaan pangan
  • standarisasi kualitas
  • pemasaran

insentif yang minim menyebabkan keengganan para peternak untuk mengembangkannya dan memproduksi lebih banyak

Koperasi
Gabungan koperasi susu Indonesia (GKSI)
Kendala :

  • hanya mampu beli susu dengan harga rendah
  • harus kreatif mencari bentuk pemasaran yang baru

Bahan baku domestic (25%)

Pabrik susu

  • membutuhkan bahan baku 2,5 juta ton/tahun
  • beberapa pemain besar di Indonesia :
  1. PT nestle Indonesia
  2. PT Frisian flag Indonesia

Catatan :
Dahulu pabrik susu harus memiliki bukti serap sebagai tanda kemauan menyerap susu segar domestic. Saat ini, kewajiban tersebut sudah dihapuskan.

88%
(pasar domestic)

Bahan baku impor (75%)
(Australia dan selandia baru)
Harga susu dunia naik karena :

  • bagian selatan bumi mengalami kekeringan hebat sehingga produksi susu menurun
  • kebijakan subsidi bahan baku susu di uni eropa (UE) dicabut sehingga pasokan suplai susu dari UE turun
  • harga CPO yang merupakan bahan susu kental manis naik

12%
(ekspor ke afrika barat, Nigeria, pantai gading dan kamerun

Catatan :
dahulu pabrik susu harus memiliki bukti serap sebagai tanda kemauan
Perkembangan ekspor CPO

Tahun

Volume (ribu ton)

Nilai (juta dollar AS)

2000

4.110

1.078,27

2001

4.903,21

1.080,90

2002

6.333,70

2.092,40

2003

6.386,40

2.454,60

2004

8.661,60

3.441,77

2005

10.376,19

3.756,28

2006

10.989,15

4.095,66

Perkembangan impor susu dan produk susu

Tahun

Volume (ribu ton)

Nilai (juta dollar AS)

2002

107,87

179,9

2003

117,32

207,48

2005

173,08

399,17

2006*

169,68

398,56

*) keterangan : estimasi

Proporsi sumbangan kelompok terhadap inflasi nasional

Keterangan

Proporsi

Bahan makanan*

0,13

Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau

0,06

Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan baker

0,04

Sandang

0,03

Kesehatan

0,01

Transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan

0,02

*) keterangan :
Komoditas bahan makanan yang dominant memberikan sumbangan inflasi bulan juni 2007 adalah (urut dari yang paling besar) :

  1. cabai merah
  2. minyak goring
  3. bawang merah
  4. kangkung, mentimun, petai
  5. tempe dan tahu
  6. susu bubuk

--------------------------------------
Sumber data : litbang kompas, diolah dari BPS dan majalah Trust
sumber berita : harian kompas/sabtu, 21 juli 2007

 

 
 

 

 
 
    Powered by - Infid   Copyright © 2008