Propinsi Papua dari Penguasa ke Penguasa |
Era Kemerdekaan
|
Perjanjian London, Belanda dan Inggris membagi wilayah Hindia menjadi Jawa, Maluku, dan Netherlands New Guinea (New Guinea sebelah Barat).
Sebagian besar wilayah utara Netherlands New Guinea diduduki pasukan Jepang. |
Era Presiden Soekarno |
Enam hari setelah proklamasi Kemerdekaan, Soekarno mendeklarasikan kesatuan Indonesia “dari Sabang sampai Merauke”.
Dalam persetujuan Linggarjati, Netherland New Guinea tidak termasuk wilayah RI.
Pihak RI membentuk pemerintahan provinsi otonom Irian Barat yang berkedudukan Tidore
Oleh Belanda, Netherlands New Guinea Diganti nama menjadi Papua Barat.
Presiden Soekarno mengumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk merebut Irian Barat.
Persetujuan New York, Belanda menyerahkan kekuasaan atas Papua Barat kepada Indonesia.
Badan PBB, The United Nation Temporary Executive Authority (UNTEA), mengambil alih pemerintahan dari Belanda.
Penyerahan pemerintah atas Irian Barat dari UNTEA kepada pemerintah RI. Pembagian wilayah enam keresidenan peninggalan pemerintahan Hindia Belanda dipertahankan. |
Era Presiden Soeharto |
Presiden Soeharto meresmikan sembilan kabupaten di provinsi Irian Barat dan meresmikan provinsi tersebut menjadi provinsi Indonesia yang ke-17
Nama Irian Barat diubah menjadi Irian Jaya |
Era Presiden BJ Habibie |
UU no 45/1999 tentang pembentukan provinsi Irian Jaya Tengah dan Provinsi Irian jaya Barat. Seminggu kemudian dengan Dekrit No. 327/1999 Presiden BJ Habibie Mengangkat Gubernur Irian Jaya Barat dan Irian Jaya Tengah. Dua keputusan ini ditolak DPRD Irian Jaya. UU No 45/1999 lalu ditunda, dan Dekrit No 327/1999 dibatalkan. |
Era Presiden Abdurrahman Wahid |
Di Jayapura, Presiden Abdurrahman Wahid meresmikan pergantian nama provinsi Irian jaya menjadi provinsi Papua.
Kongres Rakyat Papua menolak penyatuan Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. |
Era Presiden Megawati Soekarnoputri |
UU NO 21/2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua.
Inpres No 1/2003 tentang percepatan Pelaksanaan UU No 45/1999 yang sempat tertunda. |
Presiden SUsilo Bambang Yudhoyono |
Majelis rakyat Papua disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Perubahan provinsi Irian Jaya Barat menjadi provinsi Papua Barat. |