| |
Peta Pola Migrasi di Papua
Daerah |
Keterangan |
Raja ampat |
Potensi pembangunan tinggi
Daerah arus migrasi warga dari tobelo
Persentase migrant ke papua 4,2 – 11,2 |
Kota sorong |
Potendi pembangunan tinggi
Daerah industri dan perdagangan
Daerah arus migrasi warga dari tobelo
Persentase migrant ke papua 11,2 – 25,1 |
Sorong selatan |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 4,2 – 11,2 |
Manokwari |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 4,2 – 11,2 |
Teluk bintuni |
Potensi pembangunan tinggi
Daerah arus migrasi warga dari minahasa, bugis
Persentase migrant ke papua 11,2 – 25,1 |
Teluk wondama |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 11,2 – 25,1
Daerah arus migrasi warga dari minahasa, bugis |
Fak-kak |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 4,2 – 11,2 |
Kaimana |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase bmigran ke papua 4,2 – 11,2 |
Nabire |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 4,2 – 11,2
Merupakan daerah transmigrasi |
Mimika |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 11,2 – 25,1
Daerah arus migrasi warga dari sunda, jawa, madura, bali, bima
Merupakan daerah industri dan perdagangan |
Paniai |
Potensi pembangunan rendah
Persentase migrant ke papua 4,2 – 11,2 |
Waropen |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 0,5 – 4,2 |
Puncak jaya |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 0,5 – 4,2 |
Tolikara |
Potensi pembangunan rendah
Persentase migrant ke papua 0,5 – 4,2 |
Jayawijaya |
Potensi pembangunan rendah
Persentase migrant ke papua 0,5 – 4,2 |
Yahukimo |
Potensi pembangunan rendah
Persentase migrant ke papua 0,5 – 4,2 |
Asmat |
Potensi pembangunan rendah
Persentase migrant ke papua 0,5 – 4,2 |
Mappi |
Potensi pembangunan rendah
Persentase migrant ke papua 0,5 – 4,2 |
Merauke |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 4,2 – 11,2
Merupakan daerah arus migrasi warga dari dayat, banjar, bugis, ambon, kei, minahasa
Merupakan daerah transmigrasi |
Boven digoel |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 0,5 – 4,2 |
Pegunungan bintang |
Potensi pembangunan rendah
Persentase migrant ke papua 0,5 – 4,2 |
Keerom |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 11,2 – 25,1
Merupakan daerah transmigrasi |
Kota jayapura |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 11,2 – 25,1 |
Jayapura |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 4,2 – 11,2 |
Sarmi |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 11,2 – 25,1 |
Yapen waropen |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 4,2 – 11,2 |
Biak numfor |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant migrant ke papua 4,2 – 11,2 |
Supiori |
Potensi pembangunan tinggi
Persentase migrant ke papua 0,5 – 4,2 |
Metodologi :
Potensi pembangunan daerah terdiri dari komponen indeks pembangunan manusia (IPM) dan PDRB per kapita nonmigas di 31 kabupaten kota papua dan papua barat, khusus kabupaten mimika mengeluarkan pertambangan nonmigas. Variable tersebut dianalisis dengan metode pengelompokan two step. Ditemukan 2 kelompok. Potensi tinggi dan rendah
Kronologi pemekaran papua dan papua barat
|
1963 |
1969 |
1993 |
1999 |
2002 |
2003 |
2007 |
Papua |
1. Holandia
(jayapura)
2. Geelvinkbaali (teluk cenderawasih dan biak)
3. Nieuw guinea tengah (enarotali)
4. Nieuw guinea selatan (merauke) |
1.1 Jayapura
2.1 Biak numfor
2.2 Yapen waropen (serui)
3.1 Paniai
3.2 Jayawijaya
4.1 Merauke |
1.1.1 Kota jayapura |
3.1.1 Nabire (induk)
3.1.2 Paniai
3.1.3 Puncak jaya
3.2.1 Pegunungan bintang
3.2.2 Yahukimo
3.2.3 Tolikara
4.1.1 Boven digoel
4.1.2 Mappi
4.1.3 Asmat |
1.1.2 Sarmi
1.1.3 Keerom
2.2.1 Waropen |
2.1.1 Supiori |
1.1.2.1 Memberamo raya*
2.2.1.1Memberamo raya* |
Papua barat |
- nieuw Guinea barat (sorong)
|
2.1 sorong
2.2 manokwari |
|
1.1 mimika
2.1.1 kota sorong |
1.2 kaimana
2.1.2 sorong selatan
2.1.3 raja ampat
2.2.1 teluk bintuni
2.2.2 wondama |
|
|
*) gabungan beberapa kecamatan di kabupaten sarmi dan waropen
Jajak pendapat tentang papua
“ puas atau tidak puaskah anda dengan upaya pemerintah papua selama ini dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat papua? “
(dalam persen )
Kriteria |
Puas |
Tidak puas |
Tidak tahu |
Kualitas pendidikan |
59,2 |
38,7 |
2,1 |
Pelayanan kesehatan |
59,8 |
38,9 |
1,3 |
Perekonomian rakyat |
45,6 |
50,1 |
4,3 |
“ di daerah anda saat ini sulit atau mudahkah mendapatkan pekerjaan? “
(dalam persen )
| Kota |
Sulit |
Mudah |
Tidak tahu |
Jayapura |
71,1 |
24,3 |
4,6 |
Wamena |
76,7 |
20,0 |
3,3 |
Merauke |
73,7 |
23,7 |
2,6 |
Sorong |
73,6 |
23,0 |
3,4 |
Manokwari |
60,0 |
3,4 |
6,0 |
Fak-fak |
69,8 |
30,2 |
0,0 |
Biak |
90,9 |
9,1 |
0,0 |
Nabire |
67,4 |
32,6 |
0,0 |
Timika |
80,6 |
19,4 |
0,0 |
Metode jajak pendapat :
Pengumpulan pendapat melalui telepon ini diselenggarakan litbang kompas pada 29-30 agustus 2007. sebanyak 975 responden berusia minimal 17 tahun dipilih secara acak menggunakan metode sistematis dari buku telepon. Sebanyak 507 responden berdomisili di jayapura, wamena, marauke, sorong, manokwari, fak-fak, biak, nabire dan timika. Adapun 468 responden lainnya berdomisili di Jakarta, yogyakarta, Surabaya, medan, padang, pontianak, banjarmasin, makasar dan manado. Jumlah responden di setiap kota ditentukan secara proporsional. Emnggunakan metodeini, pada tingkat kepercayaan 95%, nirpencuplikan penelitian 4,5%. Meskipun demikian, kesalahan di luar pencuplikan dimungkinkan terjadi. Hasil jajak pendapat ini tidak dimaksudkan untuk mewakili pendapat penduduk papua atau seluruh masyarakat negeri ini.
--------------------------------------
Sumber data :litbang kompas, diolah dari SP 2000 dan bakosurtanal
Sumber berita : harian kompas/Sabtu, 1 september 2007
|
|