Era |
Tanggal |
Keterangan |
Presiden Soeharto
(1968-21 Mei 1998) |
10 Maret 1998 |
Soeharto terpilih untuk ketujuh kalinya sebagai Presiden RI dan BJ Habibi sebagai wakil presiden RI (1998-2003) |
13-15 Mei 1998 |
Jakarta, Tangerang, Bekasi, Solo, Padang, Palembang,. Amuk massa setelah tragedy penembakan mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, mengakibatkan beberapa fasilitas umum, permukiman, tempat ibadah, rusak karena dibakar, dan ratusan orang meninggal. Kerusuhan juga terjadi di beberapa kota besar lainnya. |
20 Mei 1998 |
Lebih dari 50.000 mahasiswa memadati gedung DPR/MPR untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Ini merupakan hari kedua mahasiswa menduduki gedung wakil rakyat tersebut. |
21 Mei 1998 |
Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden dan digantikan Wakil Presiden BJ Habibi |
Presiden BJ Habibi
(21 Mei 1998-20 Oktober 1999) |
10 Juni 1998 |
Presiden BJ habibi mengeluarkan Keppres No 85 tahun 1998 untuk memberikan amnesty dan abolisikepada 18 tahanan politik dan narapidana politik yang terlibat kasus demonstrasi di timor timur ( Timtim ) serta penghinaan presiden kala itu. |
19 Januari 1999 |
Batu Merah, Ambon.
Bentrokan seorang warga batu merah, ambon, dengan sopir angkutan kota yang memidu konflik massa disertai dengan pembakaran tempat ibadah. Kejadian ini akhirnya merembet menjadi konflik antar warga yang berlarut-larut. |
18 Maret 1999 |
Kalimantan Barat.
Konflik antar etnis meluas ke beberapa kecamatan di kawasan pesisir, seperti pemangkat, selakau, tebas, sambas dan jawai. Sedikitnya 1.000 rumah dibakar massa, 561 orang tewas dan sekitar 15.000 orang diungsikan. |
5 September 1999 |
Hasil penentuan pendapat 30 agustus 1999 di Timtim : 78,5% prokemerdekaan dan 21,5% pro-otonomi. Artinya Timtim memisahkan diri dari Indonesia. |
7 – 8 November 1999 |
Ternate, Maluku Utara
Bentrokan antar kelompok di Maluku melibatkan warga Muslim dan Kristen semakin meluas, mengakibatkan puluhan orang tewas dan luka serta puluhan rumah, fasilitas umum dan tempat ibadah terbakar. |
7 Juni 1999 |
Pemilu pertama pasca orde baru dilakukan dengan diikuti 48 partai politik |
Presiden Abdurrahman Wahid
(20 Oktober 1999-23 Juli 2001) |
20 Oktober 1999 |
Abdurrahman Wahid dan Megawati dilantik menjadi presiden dan wakil presiden setelah terp[ilih dalam persidangan MPR |
18 November 1999 |
Hubungan presiden dengan DPR mulai memburuk. Presiden menilai DPR seperti taman kanak-kanak. |
17 Maret 2000 |
Presiden Abdurrahman Wahid mengusulkan Tap MPRS No XXV/1966 tentang pelarangan penyebaran Marxisme, Komunisme dan Leninisme dicabut karena dianggap melanggar hukum. |
16-19 April 2000 |
Poso, Sulawesi Tengah.
Pertengkaran antar pemuda Kayamanya dan Lambogja mengakibatkan kerusuhan di Poso kembali terjadi. Sekurangnya 6 orang tewas, ratusan rumah penduduk hancur, serta dua rumah ibadah terbakar. Konflik ini kemudian meluas. |
27 Juni 2000 |
Presiden Abdurrahman Wahid melakukan keadaan darurat sipil di Maluku setelah dilanda kerusuhan antar warga. |
18 Agustus 2000 |
MPR menetapkan penghapusan Fraksi TNI dan Polri di DPR/MPR |
18 September 2000 |
Konflik Presiden versus DPR berlanjut pada kasus pergantian kepala Polri oleh Presiden tanpa persetujuan DPR |
21 Juli 2001 |
Rapat paripurna MPR untuk menyelenggarkan sidang istimewa MPR dengan agenda meminta pertanggungjawaban Presiden Abdurrahman Wahid. Sebelumnya, DPR telah memberikan memorandum kepada Presiden |
23 Juli 2001 |
Presiden memberlakukan dekrit yang berisi membekukan MPR/DPR, mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat Indonesia, membekukan Partai Golkar, dekrit presiden ditolak MPR/DPR. Lalu sidang istimewa MPR menetapkan Wakil Presiden Megawati menjadi Presiden RI. |
Presiden Megawati Soekarno Putri
(23 juli 2001-20 oktober 2004) |
10 November 2001 |
Ketua Presidium Dewan Papua Theys Hiyo Eluay diculik setelah menghadiri peringatan Hari Pahlawan. Dia akhirnya ditemukan tewas di timur Jayapura. |
10 Agustus 2002 |
Perubahan keempat UUD 1945 akhirnya ditetapkan MPR |
17 Desember 2002 |
Mahkamah Internasional ( ICJ ) memutuskan pulau Sipadan-Ligitan menjadi hak Malaysia. |
27 Januari 2003 |
Presiden Megawati menerbitkan Inpres No 45 tahun 1999 yang diantaranya berisi pembentukan Propinsi Irian Jaya Tengah dan Propinsi Irian Jaya Barat. |
5 Juli 2004 |
Pemilihan presiden langsung untuk pertama kalinya terjadi dalam sejarah Indonesia. |
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(20 Oktober 2004-2009) |
20 Oktober 2004 |
SBY dan Jusuf Kalla dilantik sebagai presiden dan wakil presiden hasil pemilihan presiden langsung. |
27 Desember 2004 |
Presiden menandatangani Kepres No 111 tahun 2004 tentang Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya aktivis HAM Munir |
15 Agustus 2005 |
Delapan bulan pasca bencana tsunami melanda wilayah aceh, pemerintah RI dan gerakan Aceh Merdeka akhirnya menandatangani nota kesepahaman atau MoU tentang perdamaian di Aceh di Helsinki, Finlandia |