Data Tentang Urbanisasi di Jakarta
Banjir penduduk pendatang menjadi masalah tahunan yang menambah deretan pekerjaan rumah pemerintah propinsi DKI Jakarta. Ledakan pendatang menambah beban bagi wilayah yang sudah menampung penduduk 7,8 juta jiwa ini. Kantung-kantung wilayah pendatang umumnya berada di wilayah pinggiran kota Jakarta yang sebagian besar ( 30,5 % ) berada di wilayah Jakarta timur. Lonjakan arus urbanisasi rata-rata per tahun mencapai 200.000-250.000 jiwa. Operasi yustisi kependudukan yang melibatkan 7.000 lebih personel satuan polisi pamong praja digelar untuk meredam lonjakan penduduk pendatang.
Dalam lima tahun terakhir jumlah pendatang mengalami penurunan , tetapi operasi yustisi tetap digelar tiap tahun. Bahkan, alokasi anggaran pengendalian kependudukan tahun 2007 mencapai Rp 3 miliar lebih atau naik 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2005. hal ini menjadi potret bahwa urbanisasi masih menjadi problem serius bagi Jakarta.
- Sebaran Penduduk Pendatang
Daerah Asal Migran |
Jumlah |
Sumatera Utara |
27.349 |
Sumatera Barat |
20.031 |
Banten |
48.227 |
Jawa Barat |
186.014 |
Jawa Tengah |
245.181 |
DIY |
16.144 |
Jawa Timur |
63.474 |
- Sebaran Penduduk Pendatang Di DKI Jakarta
Wilayah Jakarta |
Presentase persebaran |
Kepulauan Seribu |
1 % |
Jakarta Selatan |
30 % |
Jakarta Timur |
41 % |
Jakarta Pusat |
16 % |
Jakarta Barat |
5 % |
Jakarta Utara |
7 % |
- Penduduk DKI Jakarta ( Sampai Dengan Oktober 2007 )
Wilayah Jakarta |
Persentase Persebaran |
Jakarta Pusat |
10 % |
Jakarta Utara |
16 % |
Jakarta Barat |
23 % |
Jakarta Selatan |
20 % |
Jakarta Timur |
31 % |
Kepulauan Seribu |
0 % |
- Pertambahan Penduduk Akibat Urbanisasi ( Cenderung Menurun )
Tahun |
Jumlah ( jiwa ) |
2003 |
204.830 |
2004 |
190.356 |
2005 |
180.767 |
2006 |
124.427 |
2007 |
109.617 |
- Penduduk Yang Wajib Memiliki KTP ( Hingga Oktober 2007 )
( rata-rata 63,1 persen penduduk DKI Jakarta wajib memiliki KTP. Di daerah kantung pendatang, Jakarta selatan dan Jakarta timur, tercatat hampir 70 % penduduk wajib ber-KTP )
| Wilayah Jakarta |
Penduduk Total ( jiwa ) |
Penduduk Wajib KTP ( jiwa ) |
Jakarta Utara |
792.407 |
539.198 |
Jakarta Selatan |
1.266.919 |
777.101 |
Jakarta Barat |
1.743.200 |
948.814 |
Jakarta Timur |
1.560.135 |
1.074.678 |
Jakarta Pusat |
2.322.712 |
1.388.294 |
Kepulauan Seribu |
21.019 |
13.262 |
- Persentase Pemanfaatan Anggaran Pengendalian Penduduk, 2007*
( Porsi terbesar anggaran digunakan untuk mengawasi mobilitas penduduk. Nilainya Rp 3,45 mi;iar atau sekitar 7 persen dari total belanja pemerintah untuk bidang kependudukan sekitar Rp 37,7 miliar )
* alokasi anggaran seluruh wilayah kerja pemerintah kota dan provinsi DKI Jakarta
| Pemanfaatan |
Persentase |
Monitoring dan pengawasan mobilitas penduduk |
61 % |
Kerja sama antar lembaga |
15 % |
Operasional kantor |
24 % |
- Alokasi APBD DKI Jakarta Untuk Pengendalian Penduduk
Anggaran pengendalian penduduk dalam dua tahun terakhir rata-rata meningkat 23,5 persen. Di tingkat provinsi, kenaikan anggaran mencapai 55 persen atau senilai Rp 1.07 miliar
| Wilayah Jakarta |
Alokasi Anggaran ( juta rupiah ) |
2005 |
2007 |
Jakarta Utara |
485 |
600 |
Jakarta Selatan |
442,3 |
657 |
Jakarta Barat |
475 |
490 |
Jakarta Timur |
625 |
650 |
Jakarta Pusat |
630 |
670 |
DKI Jakarta |
1.942 |
3.014,8 |
--------------------------------------
Sumber data: Litbang Kompas diolah dari BPS Pusat 2000, BPS DKI Jakarta 2004, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta, Dinas Trantib dan Linmas dan website Jakarta.go.id
Sumber berita : Kompas; Sabtu 17 November 2007 |